Minggu, 13 Oktober 2019

Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Kegiatan Ekonomi (produksi)

1. Pengertian
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, dinamakan kegiatan ekonomi. Bagaimanakah pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi? Untuk mengetahui pola perilaku konsumen dan produsen kita perlu memperhatikan semua kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: produksi, distribusi, dan konsumsi.

2. Produksi
Pengertian produksi secara sempit adalah perbuatan atau kegiatan manusia untuk membuat suatu barang atau mengubah suatu barang menjadi barang yang lain. Secara luas, produksi dapat diartikan sebagai segala kegiatan yang dikerjakan baik secara langsung maupun tidak langsung yang ditujukan untuk menambah atau mempertinggi nilai dan guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. 
Dengan demikian, produksi meliputi semua perbuatan atau kegiatan yang tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang saja, tetapi dapat juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan, penulisan buku-buku cerita, dan pelayanan jasa keuangan.

Kegiatan produksi ini memiliki tujuan, diantaranya adalah:
  1.  Menghasilkan barang atau jasa Sangat jelas jika tujuan kegiatan produksi adalah menghasilkan barang atau jasa dengan menciptakan barang/jasa baru melalui proses produksi oleh produsen.
  2. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa Sebuah perusahaan/industri memproduksi suatu barang bertujuan untuk meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, di mana sebelumnya barang tersebut belum/kurang berguna tetapi sesudah melalui proses produksi nilai guna dari barang tersebut menjadi lebih tinggi.
  3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat Tujuan dari proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan (profi t oriented) yang nantinya kemakmuran masyarakat akan meningkat karena msyarakat akan memperoleh keuntungan dengan memproduksi suatu barag/jasa.
  4. Meningkatkan keuntungan Dengan memproduksi barang dan jasa diharapkan dapat meningkatkan keuntungan industri/perusahaan tersebut.
  5. Memperluas lapangan usaha Apabila suatu perusahaan sudah memiliki skala produksi yang besar dan diminati/laku pasar maka dapatlah dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha.
  6. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan Tujuan berikutnya adalah untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat terus berjalan baik dalam memperoleh faktorfaktor produksi, memproduksi barang dan jasa serta menjualnya ke pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Pelaku kegiatan produksi disebut dengan produsen, yaitu orang, badan usaha atau perusahaan yang melakukan kegiatan produksi. Oleh karenanya, istilah produsen tidak hanya diberikan kepada pemilik pabrik, namun juga pemilik industri rumah tangga. Secara sederhana, proses pada kegiatan produksi dapat ditunjukkan pada diagram berikut ini:
Seperti yang dapat kita lihat pada diagram di atas, kegiatan produksi membutuhkan input, yaitu:

a. Barang mentah
Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses pengolahan sama sekali, Contoh dari barang mentah adalah: hasil perhutanan (kayu, damar, rotan, karet mentah, dan lainnya), perkebunan (teh, tembakau, kopi, dan lainnya), pertanian padi, jagung, dan lainnya), serta hasil pertambangan (minyak bumi, perak, batu bara, dan lainnya)

b. Barang setengah jadi.
Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses pengolahan, namun belum menjadi produk akhir yang bisa langsung dinikmati oleh konsumen. Oleh karenanya, barang setengah jadi umumnya digunakan sebagai input dari kegiatan produksi, sehingga nantinya dapat menghasilkan barang jadi. Contohnya, benang, dapat kembali diolah menjadi kain. Kain tersebut masih dapat diolah menjadi pakaian, untuk akhirnya dapat digunakan oleh konsumen secara langsung untuk memenuhi
kebutuhannya.

Hasil dari kegiatan produksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Barang setengah jadi
Seperti yang dijelaskan di muka, output berupa barang setengah jadi, nantinya akan menjadi input kegiatan produksi lainnya, agar menghasilkan barang jadi yang bisa digunakan oleh konsumen secara langsung.

b. Barang jadi
Barang jadi dapat diartikan sebagai barang yang sudah siap untuk dikonsumsi oleh konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Contohnya adalah bantal, karpet, selimut dan lain sebagainya.

Input berupa barang mentah dan barang setengah jadi, pada dasarnya hanya merupakan salah satu faktor yang diperlukan dalam kegiatan produksi. Berikut adalah uraian lengkap mengenai faktor produksi, yang dibutuhkan agar kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen dapat berjalan dengan lancar:
• Sumber daya alam (natural resources)
• Sumber daya manusia (labor)
• Modal (capital)
• Kewirausahaan (entrepreneurship)

Berdasarkan bidang usaha pengolahan sumber dayanya, kegiatan produksi juga dapat dibagi menjadi:

a. Produksi Ekstraktif
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan ekstraktif, yaitu dengan cara mengambil kekayaan alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengubah sifat maupun bentuk barangnya. Contohnya, adalah perusahaan penambangan dan perusahaan penangkapan ikan di laut.

b. Produksi Agraris
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan agraris, yaitu dengan cara mengolah sumber daya alam terlebih dahulu sehingga menghasilkan barang baru. Misalnya, mengolah tanah pertanian, membuat perkebunan kelapa sawit, dan pemeliharaan ikan bandeng. Dengan demikian, pengertian agraris tidak hanya mencakup pertanian saja, tetapi juga peternakan.

c. Produksi Industri
Kegiatan yang dilakukan pada perusahaan industri berhubungan dengan usaha dan kegiatan manusia mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan ini pada dasarnya adalah usaha untuk mempertinggi kegunaan dan nilai barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya, industri penggergajian kayu, industri sepeda motor, industri mobil, industri pesawat terbang, industri pakan ayam, dan industri obat-obatan.

d. Produksi Perdagangan
Kegiatan yang dilakukan perdagangan berhubungan dengan penyaluran hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Dengan kata lain, perusahaan ini melakukan kegiatan jual beli barang sehingga terjadi perpindahan hak milik dari barang tersebut.

Penyaluran barang dari produsen ke konsumen dapat melalui beberapa cara, yaitu sebagai berikut.
  1. Secara langsung dari produsen ke konsumen. Contohnya penjual bakso menjual bakso langsung ke konsumen.
  2. Secara semi-langsung, yaitu melalui perantara. Contoh produsen menjual ke pedagang eceran, misalnya, warung, toko, supermarket. Kemudian, pedagang eceran menjualnya ke konsumen.
  3. Secara tidak langsung, yaitu melalui beberapa perantara. Contoh dari produsen ke grosir. Kemudian, ke pedagang eceran baru ke konsumen.
e. Produksi Jasa
Walaupun produksi jasa tidak berwujud konkret, tetapi manfaatnya dapat dirasakan. Adapun jenis-jenis dari perusahaan jasa, yaitu:
1) Jasa bisnis, seperti bank, konsultan, dan lembaga keuangan lainnya;
2) Jasa perdagangan, seperti supermarket, toko, warung, dan usaha perawatan dan perbaikan;
3) Jasa infrastuktur, seperti jasa komunikasi dan transportasi;
4) Jasa sosial atau personal, seperti restoran dan kesehatan;
5) Administrasi publik, seperti pendidikan dan pemerintahan.

APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Kegiatan Ekonomi (distribusi dan konsumsi)

3. Distribusi

Kegiatan distribusi ialah suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan tujuan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Pelaku yang menyalurkan barangbarang tersebut ke tangan konsumen disebut distributor. Tanpa adanya distributor, barang dari produsen tidak akan sampai ke konsumen yang jaraknya sangat jauh dari produsen. Produsen akan kesulitan dalam menjual barangnya dan konsumen juga akan kesulitan dalam menemukan barang yang diinginkan sehingga saling berkaitan antara satu dengan lainnya.

Dalam kehidupan ekonomi, kegiatan distribusi tidak hanya sekedar membagi-bagikan atau menyalurkan barang, tetapi mempunyai ruang lmgkup yang lebih luas dari itu. Kegiatan itu antara lain meliputi perdagangan, pengangkutan, penyimpanan dan seterusnya sampai barang tersebut diterima oleh konsumen dalam keadaan baik. Dengan demikian, ruang lmgkup aktivitas distribusi mencakup keseluruhan penanganan barang sejak lepas dari produsen sampai barang tersebut diterima oleh konsumen.

Produsen sebagai pembuat barang memerlukan peranan distributor dalam hal ini sebagai agen distribusi, agar barang yang telah diproduksinya dapat dengan mudah sampai kepada konsumen. Disinilah hubungan antara produksi, distribusi dan konsumsi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lam.

Secara skematis bisa ditunjukan sebagai berikut.
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menghubungkan antara kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen dengan mudah, sehingga kegunaan barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi

Distribusi barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut :

a. Saluran distribusi langsung
Contoh: Nelayan menjual hasil tangkapan ikannya di pasar pelelangan,

b. Saluran distribusi semi langsung
Contoh:
Pembuat keripik pisang menjual makanannya melalui toko oleh-oleh lalu dijual ke konsumen.

c. Saluran distribusi tidak langsung
Contoh:
Pabrik minuman kemasan menjual minumannya kepada konsumen melalui perwakilan distributornya yang selanjutnya dikirim melalui toko grosir, ditoko grosir dijual kembali kepada pedagang dan dijual secara eceran kepada konsumen.

a. Fungsi Distribusi
Dalam kehidupan sehari-hari, kata fungsi dapat diartikan sebagai jabatan, tugas atau hubungan antara sebab akibat. Fungsi distribusi yang kita bahas sekarang menunjukan tugas-tugas yang berhubungan dengan kegiatan distribusi. Yang dimaksud dengan fungsi distribusi adalah tugas-tugas sehubungan dengan kedudukan distribusi sebagai penghubung antara produsen dengan konsumen Dengan kata lain tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Fungsi distribusi mencakup dua fungsi, yaitu fungsi pokok dan fungsi tambahan.

1) Fungsi Pokok
Fungsi pokok adalah tugas-tugas yang sifatnya wajib dilaksanakan, dalam hal ini fungsi pokok distribusi adalah sebagai berikut:

a) Transportation (Pengangkutan)
Seringkah tempat produksi berada cukup jauh dengan tempat tinggal konsumen, hal ini sering kali menghambat kegiatan ekonomi. Oleh karenanya untuk mengatasi masalah tersebut dilakukanlah pengankutan barang hasil produksi menuju tempat keberadaan konsumen, dengan begitu perbedaan tempat dapat diatasi sehingga barang yang sudah diproduksi akan lebih berguna ditempat konsumen (place utility).

b) Storage (Penyimpanan)
Karena adanya perbedaan tempat produksi dan tempat konsumen berada, hal mi dengan sendirinya memunculkan perbedaan waktu produksi dengan waktu konsumsi konsumen. Oleh karena itu produsen memilih menyimpan terlebih dahulu barang yang sudah diproduksi sebelum akhirnya dipasarkan secara teratur. Melalui penyimpanan, kesenjangan waktu antara kegiatan produksi dan
kegiatan konsumsi dapat diatasi (time utility).

c) Buying (Pembelian)
Selama suatu barang masih dikuasai oleh produsen, maka selama itu pula konsumen belum dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengalihan hak kepemilikan atas suatu barang tersebut dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui perdagangan. Dalam kegiatan distribusi, pengalihan hak kepemilikan seperti itu dilakukan menggunakan barang yang bersangkutan. Dengan demikian, kegiatan pembelian berarti menambali kegunaan barang yang timbul dari pengalihan hak atas kepemilikan (posession utility).

d) Selling (Penjualan)
Di dalam kegiatan ekonomi, selalu ada kegiatan jual-menjual barang yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan (posession utility). Dengan adanya kegiatan mi maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

e) RiskBearing (Penanggungan Risiko)
Penanggungan risiko adalah kegiatan berspekulasi menghadapi risiko dari kegiatan penyaluran barang yang berkaitan dengan perbedaan tempat dan waktu dalam proses produksi dan konsumsi barang oleh konsumen. Sebelum adanya pengalihan hak atas kepemilikan barang, mungkin saja terjadi kehilangan atau kerusakan barang selama penyaluran., oleh karana itu dalam kegiatan distribusi perlu adanya usaha untuk mencegah risiko tersebut. Fungsi penanggungan risiko tersebut dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi.

2) Fungsi Tambahan
Distribusi selain memiliki fungsi pokok, distribusi juga mempunyai fungsi tambahan yang hanya berlaku pada distribusi barang-barang tertentu saja. Fungsi tambahan tersebut antara lain sebagai berikut.

a) Pengelompokan dan Penyelesaian (Standardization and Grading)
Kegiatan ini menetapkan dan mengklasifi kasi barang serta menentukan harga berang sehingga memudahkan konsumen dalam menentukan pilihan. Fungsi mi dapat diterapkan pada distribusi hasil pertanian atau hasil produksi yang dikumpulkan dari bebrapa produsen. Misalnya produksi buah-buahan yang diseleksi berdasarkan ukuran atau berdasarkan varietasnya.

b) Pengemasan (Packing)
Kegiatan ini dimaksudkan untuk melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan sehingga memudahkan dalam proses pengangkutan dan penyimpanan barang, baik dalam perjalanan maupun selama disimpan digudang. Untuk pengiriman barang ke tempat yang jauh dalam jumlah besar, biasanya diperlukan pengepakan yang lebih kuat sehmgga barang tersebut tidak mudah rusak. Misalnya pengiriman buah-buahan yang dikemas dengan busa atau jerami sehingga mengurangi benturan saat pengiriman.

c) Penginformasian (Communication)
Kegiatan ini bertujuan memberi informasi tentang barang yang akan dipasarkan. Agar dapat memberikan kepuasan maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi yang cukup tentang produknya. Informasi tersebut dapat disampaikan melelui kemasan, alat telekomunikasi, brosur, atau melalui media lam.

b. Saluran Distribusi
Saluran distribusi atau perantara distribusi adalah orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.

1) Pedagang
Pedagang adalah seseorang atau lembaga yang melakukan kegiatan membeli dan menjual barang tanpa mengubah bentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pedagang dibedakan menjadi.
  • Pedagang Besar (Grosir atau Wholesale?'), yaitu pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali kepada pedagang lain yang lebih kecil. Pedagang besar biasanya selalu membeli dan menjual barang dalam jumlah besar.
  • Pedagang Eceran (Retailer). yaitu pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Pedagang eceran biasanya membeli barang dalam jumlah besar; tetapi biasanya menjual dalam jumlah kecil atau persatuan.
2) Perantara Khusus
Tidak beda jauh dengan pedagang, perantara khusus juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen, perbedaannya terletak pada tanggung  awab. Perantara khusus tidak bertanggung jawab penuh atas barang yang tidak laku dijual. Perantara khusus meliputi:
  • Agen (Dealer). yaitu perantara pemasaran atas nama perusahaan. Kegiatannya membantu perusahaan untuk menjualkan barang hasil produksi disuatu daerah tertentu. Keuntungan yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.
  • Broker (Makelar), yaitu perantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli sehingga dapat melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Keuntungan yang diterimanya berupa kurtasi atau provisi.
  • Komisioner, merupakan perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Keuntungan yang diterima berupa komisi.
  • Eksportir, merupakan pedagang yang melakukan aktivitas dengan menyalurkan barang dari dalam negeri ke luar negeri. 
  • Importir, merupakan pedagang yang melakukan aktivitas dengan menyalurkan barang dari luar ke dalam negeri.
  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Distribusi

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan distribusi, diantaranya sebagai berikut:
  1. Faktor Pasar, Dalam faktor ini. saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu letak geografi s atau tempat konsumen berada, jumlah konsumen, banyaknya pesanan dan kebiasaan konsumen dalam melakukan pembelian barang.
  2. Faktor Barang, Pertimbangan dan segi barang berhubungan dengan nilai unit, besar atau berat barang, ketahanan barang, standar barang dan pengemasan barang tersebut.
  3. Faktor Perusahaan, Pertimbangan dari segi perusahaan di smi menyangkut sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang ditawarkan.
  4. Faktor Kebiasaan dalam Pembelian, Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian yaitu kegunaan serta sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, ongkos penyaluran barang dan volume penjualan.
4. Konsumsi

a. Pengertian Konsumsi
Konsumsi dapat diartikan sebagai kegiatan menghabiskan mengurangi nilai guna atau manfaat suatu barang maupun jasa yang ditunjukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti kita ketahui bahwa kebutuhan hidup masyarakat sangat beraneka ragam, misalnya dalam kebutuhan makanan, minuman, pakaian, rumah dan sebagainva. Untuk itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan banyak produksi barang dan jasa.

Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu barang yang hanya dapat dipakai sekali, contohnya makanan, minuman dan sebagainya dan barang yang dapat dipakai beberapa kali, contohnya pakaian, kendaraan, perabotan dan sebagainva.

b. Tujuan Kegiatan Konsumsi
Dalam kegiatan ekonomi seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi mempunyai beberapa tujuan. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi yaitu:
  1. Mengurangi nilai guna barang atau jasa, secara bertahap Pada saat seseorang melakukan kegiatan konsumsi akan terjadi pengurangan nilai guna dari barang atau jasa yang dikonsumsi tersebut secara bertahap. Contohnya pemakaian pakaian, alat rumah tangga, kendaraan, dsb.
  2. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus, Seperti yang telah dijelaskan bahwa pada saat kegiatan konsumsi ada barang yang akan habis dipakai pada saat itu juga dan ada barang yang bisa dipakai dikonsumsi beberapa kali. Contohnya makanan, minuman, dsb.
  3. Memuaskan kebutuhan secara fisik, Biasanya motif seseorang melakukan kegiatan konsumsi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan mereka secara fi sik. Contohnya penggunaan pakaian, penggunaan alat-alat oleh raga, bisa juga makanan, dsb.
  4. Memuaskan kebutuhan rohani, Selain kebutuhan secara fi sik atau jasmani, motif seseorang melakukan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan rohani. Contohnya berlibur, main game dsb.
Kita tahu bahwa untuk melakukan kegiatan konsumsi kita harus memiliki barang untuk dikonsumsi. Untuk mendapatkan barang konsumsi tersebut kita harus membuat atau membelinya. Banyaknya barang yang kita konsumsi tergantung dari harga dan banyaknya barang yang tersedia di masyarakat. Besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
• Kemampuan produksi masyarakat dalam menyediakan barang konsumsi.
• Tingkat penghasilan seseorang, khususnya kemampuan untuk membeli barang.
• Harga barang yang tersedia.

Selain ketiga faktor diatas, besarnya konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh selera dan intensitas kebutuhannya serta adanya barang substitusi. Dalam hal ini semakin tinggi selera dan intensitas kebutuhannya., maka akan semakin besar pula jumlah konsumsinya. Selain itu jika barang substitusi jumlah dan jenisnya banyak maka konsumsi terhadap barang yang disubstitusi akan semakin menurun, hal ini disebabkan karena biasanya barang substitusi lebih murah harganya dibandingkan barang yang disubtitusi jadi orang lebih tertarik mengkonsumsi barang substitusi. Besarnya tingkat konsumsi masyarakat mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakat tersebut, yang artinya semakin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya


APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Sistem Ekonomi Syariah

Setiap negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Dalam hal ini pemerintah indonesia untuk mempertahankan keberlangsungan dan per¬kem¬bang ekonomi di tengah carut marutnya krisis ekonomi selain sistem ekonomi pancasila membentuk pula sistem ekonomi sya¬riah sebagai salah satu solusi mempertahankan perekonomian bangsa.

a. Pengertian sistem ekonomi syariah
Ekonomi Syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalahmasalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Jika kita membuka kembali Kamus KBBI, arti ekonomi dalah pengetahuan dan penyelidikan mengenai asas-asas penghasilan (produksi), pembagian (distribusi), pemakaian barang-barang serta kekayaan (keuangan, perindusrian, perdagangan)
atau urusan keuangan rumah-tangga.

Sedangkan syariah yang awalnya berarti jalan, terutama menuju sumber air, namun berkembang penggunaannya dikalangan umat Islam dengan arti yang menyeluruh petunjuk Allah yang berkaitan dengan perbuatan manusia 

Dari kedua pengertian diatas pengertian Ekonomi Syariah dapat disimpulkan bahwa segala aktivitas perekonomian yang berkaitan dengan produksi dan distribusi (baik barang maupun jasa yang bersifat material) antara perorangan atau badan hukum lainnya berdasarkan syariat Islam.

b. Tujuan ekonomi syariah
Tujuan ekonomi syariah yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat. Seorang fuqaha asal mesir bernama Prof. Muhammad Abu Zahra mengatakan ada tiga sasaran yang menjadi tujuan, yaitu:
  1. Setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya
  2. Tegaknya keadilan dimasyarakat, maksudnya mencakup kehidupan di bidang hukum dan muamalah
  3. Tercapainya keselamatan keyakinan agama, keselamatan jiwa, keselamatan akal,
  4. keselamatan keluarga dan keturunan dan keselamatan harta benda
c. Manfaat Ekonomi syariah
   Manfaat dari ekonomi syariah adalah:
  1. Mewujudkan integritas seorang muslim yang kaff ah
  2. Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan islam, baik berupa bank, asuransi, pegadaaian, maupun BMT (Baitul Maal WatTamwil) akan mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat.
  3. Kegiatan ekonomi berdasarkan syariat islam mengandung nilai ibadah
  4. Mengamalkan ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito atau menjadi nasabah asuransi syariah
d. Prinsip-prinsip Ekonomi syariah
Ekonomi syariah dalam penerapannya memeiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Melarang Maisyir (perjudian) artinya seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah bekerja atau memperkaya diri dengan cara merugikan orang lain.
  2. Larangan Gharar, yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan.
  3. Larangan melakukan hal Haram, yaitu hukum yang dijatuhkan pada suatu dzat atau benda yang dilarang untuk digunakan atau dikonsumsi karena dilarang oleh Allah baik dari barang itu sendiri maupun cara memperolehnya.
  4. Larangan Dzalim, yaitu tindakan yang merugikan orang lain maupun menyakiti orang lain untuk maksud tertentu, karena dalam islam ekonomi yang dilakukan harus atas dasar saling ridho maka islam tidak membenarkan hal ini.
  5. Larangan Ikhtikar , yaitu suatu kegiatan penimbunan barang untuk maksud memperoleh keuntungan yang besar dengan cara menahan suatu barang dalam suatu keadaan dan akan memjualnya kembali pada saat harga sedang melonjak.
  6. Larangan Riba, yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.
e. Ciri-ciri Ekonomi Syariah
Ekonomi syaraiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahhkan kegiatan ekonomi
  2. Syari’ah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi
  3. Akhlak berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi
  4. Bersifat universal atau kesatuan artinya berlaku untuk setiap orang islam dimanapun ia berada
  5. Menciptakan kesimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat
  6. Memiliki kebebasan untuk mendapatkan apa yang baik baginya selama tidak bertentangan dengan islam
  7. Setiap pelaku ekonomi dapat bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya dalam kegiatan ekonomi
  8. Bersifat pengabdian dengan tujuan mendapat ridha Alloh SWT
f. Kelebihan Ekonomi syariah
Sistem ekonomi syariah merupakan tuntunan dan pedoman yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia di dunia maupun di akhirat. Dengan harapan mayoritas masyarakat muslim dapat menerima sistem ekonomi tersebut, kelebihan sistem ekonomi syaraiah ini adalah:
  1. Menjungjung kebebasan individu, Manusia mempunyai kebebasan untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuha hidupnya didasarkan atas nilai-nilai tauhid.
  2. Mengakui hak individu terhadap harta kepemilikan, harta didasarkan atas kemaslahatan sehingga keberadaan harta akan menimbulkan sikap saling menghargai dan menghormati. Hal ini terjadi karena bagi seorang muslim harta sekedar titipan Allah.
  3. Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar, Islam mengakui adanya ketidaksamaan ekonomi antar orang perorangan. yang terjadi dikarenakan sistem yang dibuat manusia sendiri bukan karena Alloh
  4. Jaminan sosial, Setiap individu mempunyai hak untuk hidup dalam sebuah negara: dan setiap warga negara dijamin untuk memperoleh kebutuhan pokoknya masing-masing. Dalam sistem ekonomi Islam negara mempunyai tanggungjawab untuk mengalokasikan sumberdaya alam guna meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum.
  5. Distribusi kekayaan, Sumberdaya alam adalah hak manusia untuk dipergunakan manusia untuk kemaslahatannya,islam mencegah penumpukan kekayaan pada sekelompok kecil masyarakat dan menganjurkan distribusi kekayaan kepada semua lapisan masyarakat.
  6. Larangan menumpuk kekayaan, Sistem ekonomi Islam melarang individu mengumpulkan harta kekayaan secara berlebihan, sehingga menyebabkan ia mengunakan cara-cara yang tidak benar
  7. untuk mendapatkannya.
  8. Kesejahteraan individu dan masyarakat,  Islam mengakui kehidupan individu dan masyarakat saling berkaitan antara satu dengan yang lain, tidak akan terbentuk karakter masyarakat khas tanpa keterlibatan dari individu-individu.

APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Sistem Ekonomi

Kehidupan ekonomi suatu negara merupakan hasil kegiatan ekonomi seluruh penduduk, perusahaan besar dan kecil, yang menghasilkan barang dan jasa. Setiap negara memiliki tingkat ekonomi yang berbeda - beda, tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada negaranya. Permasalahan ekonomi yang sering muncul di masyarakat menyangkut tiga masalah pokok yaitu what (barang apa yang harus diproduksi), how (bagaimana cara memproduksinya) dan for whom (untuk siapa barang tersebut diproduksi). Nah, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan cara tertentu untuk menjalankan perekonomian negara. Cara tersebut dinamakan sistem ekonomi.

a. Pengertian sistem ekonomi
Tahukah kalian pengertian dari sistem ekonomi? Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan. Sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata seperti lembaga politik, ekonomi, dan sosial yang saling mempengaruhi dalam memecahkan berbagai masalah pokok ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi sehingga terpenuhinya semua kebutuhan.

b. Fungsi Sistem Ekonomi
Berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia mempunyai fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Menyediakan perangsang untuk berproduksi
  2. Menyediakan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
  3. Menyediakan mekanisme tertentu agar pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat dapat terlaksana sebagaimana mestinya.
c. Macam - Macam Sistem Ekonomi
Di dunia ini terdapat berbagai macam sistem ekonomi? Tahukah kalian bagaimanakah hal tersebut bisa terjadi? Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
  1. Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
  2. Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
  3. Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.
  4. Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.
Dari ke empat faktor tersebut, timbul berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya:

1) Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional terdapat pada masyarakat yang cara hidupnya masih tradisional. Mereka memproduksi sendiri barang - barang yang diperlukan dengan cara sederhana karena belum mengenal teknologi. Semua kegiatan dilakukan berdasarkan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun. Kegiatan ekonomi lebih tertuju untuk mempertahankan yang telah ada, sehingga tidak ada usaha untuk memeroleh sesuatu yang baru, karena mereka menganggap apa yang mereka dimiliki sudah memadai.

Ciri - ciri sistem ekonomi tardisional:
a). Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian (agraris)
b). Belum Mengenal Perdagangan.
c). Rumah tangga produksi masih menyatu dengan rumah tangga konsumsi
(produsen mengonsumsi sendiri barang yang diproduksinya)
d). Hanya sedikit menggunakan modal.
e). Masih terikat tradisi
f). Belum mengenal pembagian kerja.
g). Teknologi produksi sederhana.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional:
  1. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
  3. Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga masyarakat tidak dibebani target yang berat.
  4. Segala sesuatu berdasarkan pada tradisi atau kebiasaan, sehingga tidak terdapat persaingan.
Kelemahan sistem ekonomi tradisional:
  1. Masyarakat dengan pola pikir statis.
  2. Hasil produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
  3. Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan.
2) Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Dalam sistem ini jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kebebasaan yang besar terhadap faktor -faktor produksi karena sebagian besar faktor produksi adalah milik pemerintah. Pencetus gagasan ekonomi terpusat adalah Karl Marx.
Sosialisme dan komunisme merupakan contoh sistem ekonomi terpusat. Ciri sosialisme yaitu kepemilikan dan kontrol terhadap semua industri penting dilakukan oleh pemerintah, namun swasta masih diperbolehkan mengelola industri yang tidak terlalu penting, seperti pertokoan, dan rumah makan. Sementara itu, pada komunisme tidak terdapat kepemilikan pribadi, karena semua barang dimiliki oleh umum, serta negara mengendalikan sepenuhnya faktor produksi dan rencana produksi. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negaranegara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).

Ciri - ciri ekonomi terpusat:
  1. Seluruh kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah baik dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta penepatan harga.
  2. Tidak ada kebebabasan dalam berusaha karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui.
  3. Seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
  4. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Kelebihan sistem ekonomi terpusat:
a). Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
b). Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
c). Kemakmuran masyarakat merata.
d). Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan.
e). Pengangguran dapat dikendalikan.

Kelemahan sistem ekonomi terpusat:
  1. Terdapat penindasan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
  2. Terdapat pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
  3. Masyarakat tidak dijamin dalam memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
  4. Pemerintah bersifat paternalistis, artinya aturan ditetapkan oleh pemerintah seluruhnya benar dan harus dipatuhi.
  5. Barang yang didistribusikan oleh pemerintah tidak selalu dibutuhkan oleh masyarakat.
3) Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.

Ciri - ciri sistem ekonomi liberal:
a). Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan - tindakan ekonomi.
b). Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
c). Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kelebihan sistem ekonomi liberal:
  1. Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
  2. Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
  3. Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
  4. Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
Kelemahan sistem ekonomi liberal:
  1. Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
  2. Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
  3. Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.
4) Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan suatu sistem ekonomi di mana pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi .

Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah serta masyarakat atau swasta bersama - sama meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah berperan sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi dengan tujuan h untuk melindungi masyarakat yang lemah serta mengatasi kegiatan ekonomi yang berfl uktuasi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Ciri - ciri sistem ekonomi campuran:
  1. Pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.
  2. Terdapat campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi.
  3. Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentinga umum.
Kelebihan sistem ekonomi campuran:
  1. Sektor ekonomi dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
  2. Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
  3. Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
Kelemahan sistem ekonomi campuran:
  1. Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
  2. Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.
5) Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut oleh negara kita adalah Sistem ekonomi pancasila, artinya sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila, di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Sistem ekonomi Pancasila memberikan kebebasan berusaha kepada masyarakat dengan batas dan syarat tertentu dengan berlandaskan pancasila, pembukaan UUD 1945, dan UUD 1945 pasal 27, 33, dan 34.

Ciri-ciri ekonomi pancasila sebagai berikut:
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efi siensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undangundang.

APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Masalah ekonomi Kalasik dan Modern


Menurut teori ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga permasalan utama:

a. Masalah Produksi
Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia, maka barang dan jasa harus tersedia. Demi memenuhi hal ini, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang dibutuhkan masyarakat.

b. Masalah Distribusi
Masalah lain adalah bagaimana produk bisa terdistribusi secara baik hingga sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung antara produsen dengan konsumen yang dilakukan di pasar (pasar nyata).

e. Masalah Konsumsi
Setelah barang dan jasa sampai di konsumen, permasalahan selanjutnya adalah; apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena barang yang tidak tepat, tidak dibutuhkan, tidak diinginkan dan harganya tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bisa dijawab oleh produsen selaku pem buat produk. Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan.

MASALAH EKONOMI MODERN

Pokok masalah ekonomi modern didasarkan pada kelangkaan dan pilihan. Masalah kelangkaan menjadi penyebab masalah dalam memilih (problem of choice) sehingga muncullah empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who dan for whom yang dirumuskan dalam tiga pertanyaan, yaitu :

a. Barang dan Jasa Apa yang Diproduksi dan Seberapa Banyak (what?)
Masalah pokok pertama yang penting dalam ekonomi adalah bagaimana produsen dapat menentukan barang dan jasa apa yang diproduksi. Apakah akan memproduksi bahan makanan, obat-obatan, senjata, mesin industri, peralatan elektronik, mainan anak dsb. Masyarakat tidak mungkin memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan tersebut. Selain itu, banyaknya jumlah produk juga harus diperhitungkan. Kenapa? Ini tentu karena kalau sampai salah perhitungan, produsen akan mengalami kerugian, bahkan, bisa bangkrut karena barangnya menumpuk sia-sia.

Untuk dapat mengetahui secara tepat perlu dilakukan penelitian atau survey pasar. Contoh nya memiliki sebidang tanah yang terletak di tepi jalan raya, akan diapakan tanah tersebut? ditanami kedelai, jagung, dijadikan kebun tanaman hias, atau dibangun ruko? begitu juga jika memiliki sejumlah dana, akan digunakan untuk memproduksi apa dan berapa jumlahnya, agar diperoleh keuntungan yang maksimum.

Pertanyaan pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya dengan cermat. Hal ini mengingat kesalahan dalam memberi jawaban akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan yang akan diperoleh produsen menjadi hilang

b. Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut(how?)
Setelah barang dan jasa sudah ditentukan jenis dan jumlahnya, maka masalah selanjutnya adalah teknik produksinya. Dengan sumberdaya yang ada, produsen harus bisa menentukan teknik produksi yang paling efi sien untuk mereka. Berapa banyak jumlah karyawan. Teknik apa yang digunakan. Selain itu, produsen juga harus bisa menentukan apakah akan memproduksei dengan tenaga manusia, atau bantuan mesin. 

faktor-faktor penting yang dipertimbangkan antara lain:
  • Bagaimana memilih kombinasi sumberdaya yang digunakan , yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal, sehingga diperoleh hasil optimal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
  • Bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya minimum diperoleh laba maksimum.
  • Manakah yang harus lebih dominan, intensifi kasi modal (lebih banyak menggunakan mesin/peralatan) atau intensifi kasi tenaga kerja (padat karya)? Cara produksi padat karya mungkin hasilnya kurang banyak, tetapi memberikan kesempatan kerja bagi orang banyak.
  • Bagaimana kestabilan harga dan nilai uang serta pengaruh ekonomi dunia
c. Untuk Siapa Barang Tersebut Diproduksi? (for whom?)
Masalah ini menyangkut soal siapa yang memerlukan barang/jasa, dan, siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya. Pada dasarnya, keuntungan dari barang dan jasa yang diproduksi bukan hanya untuk konsumen saja. Melainkan ada pihak-pihak lain yang menerima keuntungan. Seperti misalnya, karyawan akan menerima pendapatan, pemilik bahan baku akan mendapat upah, pemilik modal akan menerima bunga modal, dan tentunya, produsen juga akan menerima keuntungan dari hasil penjualan
produknya. Oleh karena itu, masalah ini sangat berkaitan dengan “siapa saja yang mendapat untung” dari diproduksinya barang dan jasa, sehingga produsen harus bisa menyelesaikan masalah ini.

Untuk merumuskan jawaban dari pertanyaan “untuk siapa” hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
  • Siapa pengguna atau pemakai produk yang diproduksi?
  • Bagaimana cara distribusi agar barang atau jasa sampai pada konsumen?
  • Apakah angkatan kerja mendapat pekerjaan atau tempat mencari nafkah?
Setelah ada penentuan yang jelas tentang barang atau jasa apa yang akan diproduksi,bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang diproduksi (what, how, dan for whom) langkah selanjutnya adalah melaksanakan produksi sesuai rencana tersebut.

APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 13, 2019 by with 0 comment

Kebutuhan, Kelangkaan, Skala Prioritas dan Peluang

A. Kebutuhan

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan dan kemakmuran kepada manusia itu sendiri, baik kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani.

Kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, Sebagai contoh: ketika seseorang belum memiliki rumah, maka ia menginginkan rumah. Namun ketika telah memiliki rumah, selanjutnya memikirkan bagaimana rumah itu memiliki perabot. Apakah cukup sampai di situ? Tentu saja tidak! Kenyataan menunjukkan bahwa, jika suatu kebutuhan terpenuhi maka kebutuhan lainnya akan muncul. Untuk sementara waktu seseorang tadi mungkin telah merasa puas telah memiliki rumah berikut dengan isi perabotnya. Namun, suatu ketika ia masih akan menginginkan mobil, villa, dan lain sebagainya yang jika disebutkan satu persatu tidak akan cukup karena terlalu banyak jenis kebutuhan manusia yang harus
dipenuhi. 

Secara garis besar, jenis kebutuhan manusia dapat kita bagi menjadi empat kelompok, yaitu kebutuhan menurut tingkat intensitas, sifat, subjek, dan waktu kebutuhan.

1. Kebutuhan menurut Tingkat Intensitas
Menurut intensitas penggunaannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
  • Kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Agar dapat hidup, manusia harus makan, minum, dan berpakaian. Selain itu, manusia memerlukan tempat tinggal atau rumah.
  • Kebutuhan sekunder. Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan primernya, manusia juga masih memerlukan kebutuhan lainnya yang bersifat pelengkap dan sering disebut sebagai kebutuhan sekunder. Misalnya, manusia perlu sepeda, kipas angin, meja, kursi, kulkas, dan peralatan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan.
  • Kebutuhan tersier. Pada umumnya, seseorang masih merasa belum cukup meskipun dia telah dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Dia masih memerlukan hal-hal lain yang tingkatannya lebih tinggi. Dia masih memiliki keinginan untuk memiliki mobil, piano, serta kebutuhan mewah lainnya. Karena dengan pemakaian barangbarang mewah dianggap dapat menaikkan status sosial seseorang.
2. Kebutuhan Menurut Sifat
Jenis kebutuhan ini dibagi atas dasar sasaran dari alat pemuas kebutuhan yang digunakan, yaitu:
  • Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Kebutuhanjasmani antara lain pakaian, makanan, dan minuman. Kebutuhan ini seringkali dipersamakan dengan kebutuhan primer.
  • Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Misalnya, agar terhindar dari kebosanan rutinitas sekolah, kita perlu menghibur diri dengan mendengarkan musik atau menonton fi lm. Sebagai makhluk beragama, kita pun ingin menjalankan ibadah dengan baik
3. Kebutuhan menurut subjek
Menurut subjek yang membutuhkan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan individual dan kebutuhan umum.
  • Kebutuhan individual, menunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda. Suatu misal, Petani membutuhkan cangkul dan pupuk. Sedangkan guru membutuhkan buku pelajaran dan kapur tulis.
  • Kebutuhan umum, berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang. Sebagai contoh, jalan raya atau jembatan penyeberangan digunakan oleh semua orang yang akan menyeberangi jalan.
4. Kebutuhan menurut waktu
Kebutuhan dibedakan atas dasar waktu pemenuhan, yaitu:
  • Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini. Misalnya, orang yang sakit harus segera berobat agar sembuh, orang yang lapar harus segera makan, dan orang yang haus harus segera minum.
  • Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak dan dapat ditunda sampai dengan waktu yang telah ditentukan. Kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan atau persiapan untuk waktu yang akan datang. Misalnya, orang tua menabung untuk persiapan uang sekolah anaknya atau untuk berekreasi bersama
B. Kelangkaan

1. Pengertian Kelangkaan
Pada setiap bidang kehidupan, terlihat adanya kelangkaan. Di daerah perkotaan banyak tanah digunakan untuk tempat pemukiman sehingga lahan untuk pertanian sangat kurang. Seseorang baru dapat memperoleh sumber daya setelah mengeluarkan berbagai pengorbanan. Namun demikian ternyata masih ada juga yang tidak mampu memperolehnya, apakah karena memang sudah habis, jumlahnya sedikit atau mereka tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan. Keadaan benda pemuas yang terbatas inilah yang disebut dengan kelangkaan. 
Jadi, kelangkaan adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan.
Kelangkaan menurut ilmu ekonomi mengandung dua pengertian, yaitu:
a. Langka; karena jumlahnya tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah kebutuhan.
b. Langka; karena untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan

2. Keterbatasan Sumber Daya
Sumber daya yang sifatnya terbatas (langka) akan berdampak pada barang atau jasa yang dihasilkan juga akan langka. Sumber daya atau faktor produksi digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi dikenal empat faktor produksi pokok, yaitu :

a. Tanah (land)
Sumber daya tanah terbatas (langka) karena bila kita menggunakan tanah tertentu untuk bangunan, maka kita tidak dapat lagi menggunakannya untuk lapangan sepak bola. Bila kita menggunakan tanah untuk jalan tol, maka tanah untuk pemukiman penduduk akan berkurang. Dengan demikian, faktor produksi tanah menjadi langka dan sangat terbatas.
b. Tenaga kerja (labour)
Dalam ilmu ekonomi tenaga kerja mencakup tenaga fi sik dan kemampuan mental yang dimiliki oleh manusia. Bila banyak tenaga kerja yang bekerja di pabrik akan sedikit tenaga kerja di bidang pertanian. Hal ini menandakan adanya keterbatasan tenaga kerja. Dan Perlahan teknologi juga menggantikan tenaga manusia yang menyebabkan tenaga kerja melimpah tapi tidak dibutuhkan dikarenakan beberapa pekerjaan sudah tergantikan oleh mesin. Contoh: teller di bank tergantikan oleh smartphone banking
c. Modal (capital)
Jumlah capital terbatas karena kemampuan manusia untuk menghasilkannya terbatas. Contoh bila modal yang ada terlalu banyak digunakan untuk memproduksi lemari es, modal untuk menghasilkan perahu, kapal terbang, dan jalan raya harus dikurangi. Saat sekarang ini terdapat berbagai peluang usaha yang tidak harus memiliki modal sendiri, seperti gojek tidak perlu memiliki motor atau mobil sendiri untuk bisnis angkutan.
d. Kewirausahaan (entrepreneur)
Banyak produk yang tidak mampu dihasilkan karena tidak adanya faktor penguasaha. Faktor produksi pengusaha merupakan faktor yang sangat menentukan karena walaupun terdapat tiga faktor produksi lainnya tanpa ada keahlian dalam mengolah pengusaha semuanya tidak akan berarti

C. Skala Prioritas
Sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas, sehingga terkadang uang yang digunakan untuk memenuhi satu kebutuhan tidak dapat sekaligus digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Perhatikan gambar berikut:

Apakah dengan uang Rp.10.000 orang tersebut bisa membeli baso dan mie ayam yang harga 1 mangkoknya Rp.10.000? Uang yang sudah digunakan untuk membeli bakso tidak sekaligus bisa digunakan untuk membeli mie ayam karena jumlahnya terbatas. Apabila kalian menjatuhkan pilihan pada salah satu, maka otomatis kalian harus melepaskan kemungkinan yang lain

Di sinilah ilmu ekonomi memegang perananannya, yaitu membantu kita melakukan pilihan terbaik. Dalam menentukan pilihan, kebutuhan mana yang akan dipenuhi, kita harus membuat skala prioritas untuk mengurutkan kebutuhan dari yang terpenting sampai kurang penting. Kebutuhan yang bagi kita paling penting harus dipenuhi terlebih dahulu.
Dalam menentukan pilihan, sikap rasional perlu dilakukan. Artinya, kalian harus selalu menggunakan akal sehat. Pertimbangkan sebaik-baiknya antara pengorbanan yang diberikan dengan manfaat yang diperoleh. Rasional atau tidaknya suatu pilihan tergantung pada alasan atau motif dalam melakukan pilihan dan apakah tindakannya selaras dengan prinsip ekonomi.

Contoh:
Dimas dihadapkan pada membeli buku tulis dan ballpoint. Uang yang akan dibelanjakan Dimas sejumlah Rp 20.000,00. Bila harga buku @ Rp 4.000,00 dan harga ballpoint @ Rp 2000,00, maka pilihan kombinasi yang akan dikonsumsi Dimas adalah:

D. Biaya Peluang
Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan dan dia harus memilih salah satunya. Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif kegiatan. Biaya peluang diukur dengan manfaat yang harus dilepas karena tidak dipilih. Konsep biaya peluang selalu dipertimbangkan pada setiap pengambilan keputusan dalam pemenuhan kebutuhan atau melakukan kegiatan ekonomi.

Contoh:
Seseorang memiliki tabungan Rp 500.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk pergi berlibur atau membeli pakaian. Jika ia memilih untuk membeli pakaian, ia akan kehilangan kesempatan untuk berlibur dengan teman-temannya; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk berlibur, ia akan kehilangan kesempatan untuk membeli pakaian. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya Peluang

APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit

Rabu, 04 September 2019

Published September 04, 2019 by with 0 comment

Pengertian ekonomi

1. Pengertian
Ilmu Ekonomi diartikan sebagai sebuah ilmu yang khusus mengkaji dan mempelajari tindakan-tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas dengan potensi alat pemuas yang sifatnnya terbatas

2. Prinsip
Prinsip ekonomi adalah tindakan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya, atau tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu.

3. Motif
Anda mungkin pernah mengalami ketika anda akan membeli baju anda dihadapkan pada dua pilihan, harga Rp. 100.000 untuk 1 baju dengan kualitas bagus, atau Rp.100.000 dapat 3 potong baju dengan kualitas biasa? Tindakan yang anda ambil termasuk kedalam motif ekonomi.

Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi dibagi 2 yaitu motif ekonomi individu dan motif ekonomi perusahaan.

Motif ekonomi individu antara lain :
a. Motif memenuhi kebutuhan
b. Motif mencari kekuasaan ekonomi
c. Motif mencari penghargaan
d. Motif sosial

Sedangkan motif ekonomi perusahaan antara lain :
a. Motif mencari laba
b. Motif menghasilkan produk tertentu dengan biaya seminimal mungkin
c. Motif menjaga kontinuitas perusahaan

4. Hukum
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat.

Contoh hukum ekonomi :
  1. Jika harga sembako atau sembilan bahan pokok naik maka harga-harga barang lainbiasanya akan ikut merambat naik.
  2. Apabila pada suatu lokasi berdiri sebuah pusat pertokoan hypermarket yang besar denganharga yang sangat murah maka dapat dipastikan peritel atau toko-toko kecil yang berada di sekitarnya akan kehilangan omset atau mati gulung tikar.
  3. Jika nilai kurs dollar amerika naik tajam maka banyak perusahaan yang modalnya berasaldari pinjaman luar negeri akan bangkrut.
  4. Turunnya harga elpiji / lpg akan menaikkan jumlah penjualan kompor gas baik buatandalam negeri maupun luar negeri.
  5. Semakin tinggi bunga bank untuk tabungan maka jumlah uang yang beredar akanmenurun dan terjadi penurunan jumlah permintaan barang dan jasa secara umum
PEMBAGIAN ILMU EKONOMI

Dalam mendefinisikan ekonomi, Alfred W. Stonier membagi ilmu ekonomi menjadi 3 kelompok, yaitu :
  • Ilmu Ekonomi Deskriptif yakni ilmu ekonomi yang menggambarkan data-data yangmejelaskan berbagai fenomena dan kenyataan perekonomian yang terjadi. Contoh: terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998, keadaan ekonomi di Aceh pasca gempa dan tsunami
  • Teori Ekonomi yakni ilmu ekonomi yang memberikan penjelasan yangdisederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
  • Ilmu Ekonomi Terapan yakni ilmu ekonomi yang mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh teori ekonomi untuk menerangkan sebabsebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.

Contoh: ekonomi di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan

Pengelompokan ilmu ekonomi kembali terjadi pada tahun 1930-an dan para ahli membaginya menjadi dua yaitu Ekonomi Makro (macroeconomics) dan Ekonomi Mikro (microeconomics).

1. Ekonomi Mikro (microeconomics)
Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

2. Ekonomi Makro (macroeconomics)
Kebalikan dari ekonomi makro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, infl asi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut. Ekonomi makro atau adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan, menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan


APRESIASI 

  • pilih "PARESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit